Suatu saat saya bertemu dengan seorang teman,
dia bisnis online juga, target marketnya ibu-ibu muda.

Alhamdulillah bisnisnya terus tumbuh dari waktu ke waktu.

Dia menggunakan website dan media sosial sebagai sarana bisnisnya,
beberapa resellernya berjualan di marketplace.

Yang luar biasa adalah followernya tumbuh secara organik.

Ketika saya tanya apa tipsnya,
dia mengatakan bahwa dia mengurus sendiri media sosialnya,
meskipun dia laki-laki namun dia menggunakan bahasa ibu-ibu muda
disetiap postingan.

Dia gunakan kata-kata yang digunakan oleh target marketnya sehari-hari,
dia masuk kedalam dunia target marketnya,
memahami kesulitan serta rasa sakitnya

Sehingga setiap postingan di media sosialnya bisa menyentuh
dan turut dirasakan oleh target marketnya.

Hasilnya enggagement naik, penjualan naik
karena seperti ada ikatan emosional antara penjual dan pembeli.

Pelajarannya adalah buat penawaran
dengan menggunakan bahasa target market Anda.

Jika Anda bukan bagian dari target market Anda,
maka Anda harus pelajari gaya bahasa, gimik dan istilah-istilah
yang biasa digunakan target market Anda.